Sebagai mahasiswa, tugas me-review jurnal ilmiah adalah hal yang lumrah. Tujuannya tidak hanya untuk memahami isi jurnal, tetapi juga untuk melatih kemampuan analisis kritis dan evaluasi terhadap sebuah karya ilmiah. Agar review yang kamu hasilkan terstruktur dengan baik dan mencakup semua aspek penting, penggunaan format yang tepat menjadi kunci. Dokumen yang kamu berikan menyajikan kerangka dasar yang sangat baik untuk ini. Mari kita perdalam setiap komponennya.
Komponen Utama dalam Format Review Jurnal
Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai setiap elemen dalam format review jurnal berdasarkan referensi yang ada dan bisa digunakan untuk review jurnal apapun.
1. Judul (Artikel Jurnal yang Di-review)
Bagian ini jelas merujuk pada judul lengkap dari artikel jurnal ilmiah yang menjadi objek reviewmu. Pastikan kamu menulisnya secara akurat dan lengkap, persis seperti yang tertera pada publikasi aslinya. Judul ini penting sebagai identifikasi utama karya yang sedang kamu analisis.
2. Nama Jurnal
Tuliskan nama lengkap jurnal tempat artikel tersebut dipublikasikan. Misalnya, “Jurnal Pendidikan Matematika”, “Economics Letters”, atau “The New England Journal of Medicine”. Nama jurnal memberikan konteks mengenai bidang ilmu dan target pembaca artikel tersebut.
3. Volume dan Halaman
Cantumkan nomor volume, nomor isu (jika ada), dan rentang halaman artikel dalam jurnal tersebut. Informasi ini krusial untuk keperluan sitasi dan memudahkan orang lain menemukan artikel aslinya. Contoh: Vol. 12, No. 2, hlm. 101-115.
4. Tahun
Sebutkan tahun publikasi artikel jurnal tersebut. Tahun publikasi penting untuk mengetahui kebaruan informasi dan relevansinya dengan perkembangan ilmu terkini.
5. Penulis (Artikel Jurnal)
Daftarkan nama-nama semua penulis artikel jurnal. Ikuti format penulisan nama penulis yang berlaku (biasanya nama belakang ditulis lebih dulu atau sesuai dengan gaya sitasi yang diminta).
6. Reviewer
Di sinilah namamu sebagai mahasiswa yang melakukan review dicantumkan. Sertakan juga identitas lain yang mungkin diminta, seperti Nomor Induk Mahasiswa (NIM) atau program studi.
7. Tanggal
Isi dengan tanggal kapan kamu menyelesaikan dan menyerahkan hasil review jurnal tersebut.
8. Tujuan Penelitian
Bagian ini adalah salah satu inti dari reviewmu. Kamu perlu mengidentifikasi dan menjelaskan secara ringkas apa tujuan utama dari penelitian yang dilaporkan dalam artikel jurnal tersebut. Apa yang ingin dicapai atau dibuktikan oleh para penulis melalui penelitian mereka? Biasanya, tujuan penelitian ini secara eksplisit disebutkan di bagian pendahuluan atau abstrak artikel.
9. Subjek Penelitian
Jelaskan siapa atau apa yang menjadi subjek atau partisipan dalam penelitian tersebut. Ini bisa berupa individu (misalnya siswa, pasien, guru), kelompok, organisasi, dokumen, atau bahkan data sekunder. Sebutkan karakteristik penting dari subjek tersebut yang relevan dengan penelitian.
10. Metode Penelitian
Uraikan metode penelitian yang digunakan oleh penulis artikel. Apakah penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau campuran (mixed methods)? Jelaskan desain penelitiannya (misalnya eksperimen, survei, studi kasus, etnografi, dll.). Bagian ini penting untuk menilai validitas dan reliabilitas temuan penelitian.
11. Definisi Operasional Variabel Dependen (Cara & Alat Ukur)
A. Definisi Operasional Variabel Dependen
Jelaskan bagaimana variabel dependen (variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi) didefinisikan secara operasional dalam penelitian tersebut. Artinya, bagaimana variabel tersebut diukur atau diamati secara konkret di lapangan.
B. Cara & Alat Ukur Variabel Dependen
Sebutkan secara spesifik cara dan alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data terkait variabel dependen. Misalnya, jika variabel dependen adalah “hasil belajar siswa,” cara mengukurnya bisa dengan tes, dan alat ukurnya adalah “soal tes pilihan ganda dan esai.”
12. Definisi Operasional Variabel Independen (Cara & Alat Ukur)
Definisi Operasional Variabel Independen
Serupa dengan variabel dependen, jelaskan bagaimana variabel independen (variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi) didefinisikan secara operasional.
Cara & Alat Ukur Variabel Independen
Sebutkan cara dan alat yang digunakan untuk mengukur atau memanipulasi variabel independen. Misalnya, jika variabel independen adalah “metode pembelajaran X,” cara mengukurnya bisa melalui observasi keterlaksanaan sintaks metode tersebut, atau bagaimana perlakuan tersebut diterapkan.
13. Langkah Penelitian
Gambarkan secara singkat dan sistematis langkah-langkah atau prosedur utama yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan studinya, mulai dari persiapan, pengumpulan data, hingga analisis data. Alur ini memberikan gambaran tentang bagaimana penelitian tersebut dijalankan dari awal hingga akhir.
14. Hasil Penelitian
Sajikan temuan-temuan utama atau hasil signifikan dari penelitian tersebut. Fokus pada data atau informasi yang paling relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau tujuan penelitian. Kamu tidak perlu menyalin semua hasil, tetapi pilihlah yang paling penting dan berdampak.
15. Kekuatan Penelitian
Di sinilah kemampuan analisis kritismu mulai berperan lebih dalam. Identifikasi dan jelaskan aspek-aspek positif atau keunggulan dari penelitian tersebut. Mungkin metodologinya sangat kuat, sampelnya representatif, analisis datanya canggih, atau kontribusinya terhadap bidang ilmu sangat signifikan. Berikan argumen yang mendukung penilaianmu.
16. Kelemahan Penelitian
Selain kekuatan, setiap penelitian pasti memiliki keterbatasan atau kelemahan. Tugasmu adalah mengidentifikasi dan menjelaskan aspek-aspek tersebut secara objektif dan konstruktif. Mungkin ada keterbatasan dalam desain penelitian, ukuran sampel yang kecil, potensi bias, atau generalisasi temuan yang terbatas.
Memberikan saran bagaimana kelemahan ini bisa diatasi di penelitian selanjutnya juga akan menjadi nilai tambah.
17. Kesimpulan (dari Artikel Jurnal dan dari Reviewer)
A. Kesimpulan Artikel Jurnal
Ringkas kesimpulan utama yang ditarik oleh penulis artikel berdasarkan hasil penelitian mereka.
B. Kesimpulan Reviewer
Setelah melakukan analisis menyeluruh, berikan pandangan atau kesimpulanmu sendiri mengenai artikel tersebut. Apakah artikel ini berkontribusi penting? Apakah temuannya valid dan dapat dipercaya? Apa implikasi praktis atau teoretisnya?
18. Keterangan (Opsional)
Kolom ini bisa digunakan untuk menambahkan catatan, komentar, atau informasi lain yang kamu anggap relevan tetapi tidak secara spesifik masuk ke dalam kolom-kolom sebelumnya.

Contoh Singkat Penerapan Format Review Jurnal
Berikut contoh sangat singkat untuk memberikan gambaran bagaimana beberapa poin dalam format tersebut diisi. Ingat, ini hanya ilustrasi parsial dan dalam praktiknya harus lebih detail.
- Judul (Artikel Jurnal yang Di-review): “Pengembangan Soal Matematika tipe PISA menggunakan Konteks Candi Borobudur untuk Mengukur Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP”
- Nama Jurnal: Jurnal Riset Pendidikan Matematika
- Volume dan Halaman: Vol. 7, No. 1, hlm. 25-38 [Contoh fiktif]
- Tahun: 2020 [Contoh fiktif, berdasarkan kemiripan dengan salah satu judul file yang mungkin menjadi inspirasi]
- Penulis: A.B. Susilo & C.D. Pramesti [Contoh fiktif]
- Reviewer: (Nama Anda di sini)
- Tanggal: 2 Juni 2025
- Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk:
- Mengembangkan produk soal matematika tipe PISA yang valid dan praktis menggunakan konteks Candi Borobudur.
- Mengetahui efektivitas soal matematika tipe PISA yang dikembangkan dalam mengukur kemampuan penalaran matematis siswa SMP.
- Subjek Penelitian:
- Untuk tahap pengembangan dan validasi: Ahli materi matematika, ahli evaluasi pendidikan, dan praktisi (guru matematika SMP).
- Untuk tahap uji coba efektivitas: Siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Magelang.
- Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation).
- Definisi Operasional Variabel Dependen:
- Kemampuan Penalaran Matematis Siswa:
- Skor yang diperoleh siswa dalam mengerjakan soal matematika tipe PISA yang dikembangkan, yang mencerminkan kemampuan dalam menganalisis, membuat generalisasi, mensintesis, membenarkan, dan memecahkan masalah non-rutin terkait konsep matematika dalam konteks Candi Borobudur.
- Cara & Alat Ukur Variabel Dependen:
- Cara Ukur: Tes tertulis.
- Alat Ukur: Set soal matematika tipe PISA dengan konteks Candi Borobudur yang telah divalidasi, terdiri dari soal pilihan ganda kompleks dan uraian.
- Kemampuan Penalaran Matematis Siswa:
- Definisi Operasional Variabel Independen:
- Soal Matematika Tipe PISA Konteks Candi Borobudur
- Serangkaian soal matematika yang dirancang mengikuti kerangka PISA (konten, proses, dan konteks), dengan menggunakan situasi atau informasi yang berkaitan dengan Candi Borobudur sebagai stimulus, yang diterapkan sebagai perlakuan atau instrumen utama dalam penelitian.
- Cara & Alat Ukur Variabel Independen:
- Cara Ukur: Penerapan/penggunaan set soal yang dikembangkan.
- Alat Ukur: Perangkat soal matematika tipe PISA konteks Candi Borobudur itu sendiri. (Dalam konteks ini, variabel independen adalah produk yang dikembangkan dan diuji).
- Soal Matematika Tipe PISA Konteks Candi Borobudur
- Langkah Penelitian:
- Analysis: Analisis kurikulum, analisis kebutuhan siswa dan guru, analisis literatur terkait soal PISA dan penalaran matematis.
- Design: Perancangan draf soal, penyusunan kisi-kisi, dan kriteria penilaian.
- Development: Pengembangan draf soal menjadi produk awal, validasi ahli (materi & evaluasi), revisi berdasarkan masukan validator, uji coba terbatas pada kelompok kecil siswa.
- Implementation: Uji coba produk (soal) pada kelompok subjek penelitian yang lebih luas (siswa kelas VIII).
- Evaluation: Analisis data hasil uji coba untuk mengukur validitas, praktikalitas, dan efektivitas soal dalam mengukur kemampuan penalaran matematis.
- Hasil Penelitian:
- Produk soal matematika tipe PISA konteks Candi Borobudur yang dikembangkan dinyatakan valid oleh ahli dengan rata-rata skor validitas isi 4.5 (skala 5) dan praktis digunakan oleh guru.
- Soal yang dikembangkan efektif dalam mengukur kemampuan penalaran matematis siswa, ditunjukkan dengan adanya sebaran tingkat kemampuan siswa (tinggi, sedang, rendah) yang teridentifikasi melalui skor tes. Sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan pemahaman setelah mengerjakan soal dengan konteks yang familiar.
- Kekuatan Penelitian:
- Penggunaan konteks lokal (Candi Borobudur) yang relevan dan berpotensi meningkatkan minat siswa.
- Proses pengembangan produk yang sistematis mengikuti model R&D ADDIE dan melibatkan validasi ahli.
- Fokus pada pengembangan kemampuan penalaran matematis yang merupakan salah satu kompetensi penting abad 21.
- Kelemahan Penelitian:
- Uji coba efektivitas hanya dilakukan di satu sekolah, sehingga generalisasi hasil ke populasi yang lebih luas perlu dilakukan dengan hati-hati.
- Penelitian tidak secara eksplisit membandingkan efektivitas soal ini dengan soal tipe lain atau tanpa konteks lokal dalam desain eksperimen yang ketat.
- Kesimpulan:
- Telah berhasil dikembangkan soal matematika tipe PISA konteks Candi Borobudur yang valid dan praktis untuk siswa SMP.
- Soal yang dikembangkan efektif untuk digunakan sebagai alat ukur kemampuan penalaran matematis siswa SMP.
- Keterangan: (Jika ada, misalnya: Reviewer menyarankan penelitian selanjutnya untuk menguji soal ini pada sampel yang lebih beragam dan menggunakan desain eksperimen untuk membandingkan dengan kelompok kontrol).
Dengan mengikuti format yang terstruktur ini, review jurnalmu akan menjadi lebih sistematis, mendalam, dan mudah dipahami oleh dosen atau pembaca lainnya.
Baca artikel terkait: Perbedaan Resume dan Review Jurnal





