Kalau kamu sekarang sedang kuliah, pasti udah tidak asing lagi kan dengan istilah “resume jurnal” dan “review jurnal”?
Dua jenis tugas ini sering banget diberikan oleh dosen, terutama di mata kuliah yang menuntut kita untuk banyak membaca dan menganalisis literatur ilmiah. Meskipun sama-sama berurusan dengan jurnal ilmiah, ternyata resume dan review jurnal itu dua hal yang berbeda. Sering kali, kita masih suka bingung, apa sih beda persisnya? Jangan-jangan selama ini kita salah kaprah dan akhirnya tugas jadi kurang maksimal.
Nah, biar tidak ada lagi drama salah paham antara resume dan review jurnal, artikel kali ini akan mengupas tuntas perbedaan mendasar keduanya dari kacamata dunia perkuliahan. Dengan memahami perbedaan ini, kamu diharapkan bisa mengerjakan kedua jenis tugas tersebut dengan lebih tepat, efektif, dan tentunya, mendapatkan hasil yang memuaskan. Yuk, kita bedah bersama biar studimu makin lancar jaya!
Apa Esensi Dari Resume Jurnal?
Pertama-tama, mari kita luruskan dulu persepsi tentang “resume jurnal” dalam konteks tugas kuliah. Ini bukan resume untuk melamar kerja ya, sobat! Dalam dunia akademik, resume jurnal lebih tepat diartikan sebagai ringkasan atau intisari dari sebuah artikel jurnal. Tujuan utama kamu membuat resume jurnal adalah untuk menyajikan kembali poin-poin paling penting dari artikel tersebut secara singkat, padat, jelas, dan yang paling krusial adalah objektif.
Saat meresume jurnal, kamu bertindak layaknya seorang reporter yang melaporkan fakta. Kamu harus bisa menangkap gagasan utama penulis artikel, mulai dari latar belakang masalah yang diangkat, tujuan penelitian yang ingin dicapai, metode yang digunakan, hasil-hasil signifikan yang ditemukan, hingga kesimpulan utama dari penelitian tersebut. Semua informasi ini kamu sajikan ulang dengan bahasamu sendiri tanpa menambahkan interpretasi, analisis mendalam, apalagi opini pribadimu terhadap isi artikel.
Jadi, fokus utamanya adalah pada pemahaman dan penyajian kembali konten artikel secara akurat dan ringkas. Gampangannya sih, kamu cuma “ceritain ulang” isi jurnal itu secara singkat.
Apa Esensi dari Review Jurnal?
Nah, sekarang kita beralih ke review jurnal. Jika resume jurnal menuntut objektivitas dan penyajian ulang fakta, maka review jurnal mengajakmu untuk naik satu level lebih tinggi. Review jurnal adalah sebuah proses evaluasi kritis dan analitis terhadap sebuah artikel jurnal. Tentu saja, langkah awal dalam me-review jurnal adalah meringkas isinya, mirip seperti saat kamu membuat resume. Tapi, tugasmu tidak berhenti sampai di situ.
Setelah memahami inti artikel, kamu ditantang untuk melakukan analisis yang lebih mendalam. Kamu perlu menilai kekuatan dan kelemahan artikel tersebut, mengomentari kejelasan argumen penulis, mengevaluasi ketepatan metodologi penelitian yang digunakan, mempertanyakan relevansi temuan, hingga mengidentifikasi kontribusi artikel tersebut terhadap bidang ilmu terkait.
Dalam review jurnal, kamu tidak hanya melaporkan “apa kata penulis,” tetapi juga memberikan “pendapatmu sebagai pembaca kritis” yang didukung oleh argumen logis dan pemahamanmu terhadap topik. Jadi, ada unsur subjektivitas yang terukur di sini, di mana kamu memberikan penilaianmu secara argumentatif.
Perbedaan Antara Resume Jurnal dan Review Jurnal
Biar makin jelas dan tidak tertukar lagi, yuk kita lihat perbedaan mendasar antara resume jurnal dan review jurnal dari beberapa aspek penting:
1. Tujuan Utama Penulisan
Perbedaan paling fundamental terletak pada tujuannya. Resume jurnal bertujuan untuk menyajikan kembali inti sari artikel secara ringkas dan objektif agar pembaca resume (misalnya dosen atau teman diskusimu) bisa cepat memahami isi utama artikel tanpa harus membaca keseluruhan artikel aslinya. Kamu fokus pada “apa” yang disampaikan dalam artikel.
Sementara itu, review jurnal bertujuan untuk memberikan penilaian atau evaluasi kritis terhadap kualitas, signifikansi, dan validitas sebuah artikel jurnal. Kamu tidak hanya meringkas, tetapi juga menganalisis, mengkritisi, dan memberikan pandanganmu tentang artikel tersebut. Fokusnya lebih ke “bagaimana” dan “seberapa baik” artikel itu ditulis dan berkontribusi.
2. Fokus dan Kedalaman Konten
Dari segi konten, resume jurnal akan berfokus pada poin-poin kunci artikel seperti latar belakang singkat, tujuan utama penelitian, metodologi yang digunakan (secara ringkas), temuan atau hasil paling penting, dan kesimpulan utama. Kedalaman pembahasannya cenderung di permukaan saja, sesuai dengan tujuannya untuk meringkas.
Sebaliknya, review jurnal memiliki cakupan konten yang lebih luas dan mendalam. Selain memuat ringkasan poin-poin kunci seperti pada resume, review jurnal akan menggali lebih dalam aspek-aspek seperti analisis kekuatan dan kelemahan argumen penulis, evaluasi terhadap metodologi (apakah sudah tepat, adakah keterbatasan?), kejelasan penyajian data, orisinalitas ide, kontribusi artikel terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di bidangnya, serta mungkin perbandingan dengan literatur lain yang relevan. Analisisnya jelas lebih kritis dan butuh pemikiran yang mendalam nih.
3. Sifat Tulisan dan Keterlibatan Penulis
Sifat tulisan pada resume jurnal adalah deskriptif dan informatif. Penulis resume (yaitu kamu) harus menjaga objektivitas penuh dan tidak memasukkan opini, interpretasi, atau penilaian pribadi terhadap isi artikel. Kamu hanya melaporkan apa yang ada.
Berbeda halnya dengan review jurnal, yang sifatnya analitis, evaluatif, dan kritis. Di sini, kamu sebagai penulis review diharapkan memberikan penilaian dan pandanganmu. Meskipun ada unsur subjektivitas, penilaianmu harus didasarkan pada argumen yang logis, bukti dari dalam artikel itu sendiri, atau perbandingan dengan standar keilmuan yang berlaku. Jadi, bukan asal suka atau tidak suka ya!
4. Struktur Umum Penulisan
Meskipun tidak ada format baku yang kaku (selalu ikuti panduan dosenmu ya!), secara umum struktur resume jurnal biasanya lebih sederhana. Biasanya dimulai dengan identitas jurnal, diikuti ringkasan pendahuluan, metode, hasil, dan kesimpulan artikel. Alurnya cenderung mengikuti struktur artikel aslinya.
Untuk review jurnal, strukturnya bisa lebih kompleks. Umumnya, meliputi identitas jurnal yang di-review, pendahuluan (berisi pengenalan singkat artikel dan tujuan review-mu), ringkasan komprehensif isi artikel, bagian inti berupa analisis kritis dan evaluasi (yang bisa dipecah menjadi beberapa sub-poin seperti kekuatan, kelemahan, metodologi, kontribusi), dan diakhiri dengan kesimpulan review (berisi penilaian akhirmu dan signifikansi artikel). Kadang dosen juga meminta saran untuk penelitian selanjutnya atau untuk pembaca.
5. Keterampilan yang Lebih Dominan Dituntut
Saat membuat resume jurnal, keterampilan yang paling dibutuhkan adalah kemampuan membaca cepat dan efektif, memahami inti bacaan, serta kemampuan meringkas dan menulis ulang dengan bahasa sendiri secara jelas dan ringkas.
Untuk review jurnal, kamu memerlukan semua keterampilan yang dibutuhkan untuk meresume, ditambah dengan kemampuan berpikir kritis, menganalisis secara mendalam, mengevaluasi argumen, mengidentifikasi bias atau keterbatasan, serta menuangkan kritik dan penilaian secara argumentatif dan terstruktur. Jelas butuh usaha lebih ya.
6. Perkiraan Panjang Tulisan
Karena tujuannya hanya meringkas, resume jurnal biasanya jauh lebih pendek dibandingkan review. Panjangnya bisa bervariasi mulai dari beberapa paragraf hingga satu atau dua halaman, tergantung instruksi dari dosen dan kompleksitas artikel yang diresume.
Sementara itu, review jurnal, karena memuat analisis dan evaluasi yang lebih mendalam, cenderung memiliki panjang yang lebih signifikan. Bisa jadi antara tiga sampai lima halaman, atau bahkan lebih, lagi-lagi tergantung pada kedalaman analisis yang diharapkan dan panduan tugas.
Baca juga: Sistematika Penulisan Makalah dan Penjelasan Setiap Bagian
Kapan Kamu Membuat Resume dan Kapan Membuat Review?
Biasanya, dosen memberikan tugas resume jurnal ketika tujuannya adalah untuk memastikan mahasiswa membaca dan memahami materi bacaan wajib dengan cepat. Resume juga bisa menjadi dasar untuk diskusi di kelas atau sebagai langkah awal sebelum melakukan analisis yang lebih mendalam. Jadi, ini semacam “setoran” kalau kamu sudah baca gitu.
Tugas review jurnal diberikan ketika dosen ingin melatih kemampuan analisis kritis dan evaluatif mahasiswanya. Ini adalah cara untuk mengasah daya pikirmu dalam menilai sebuah karya ilmiah secara objektif namun tetap kritis.
Review jurnal juga sering menjadi bagian dari tugas penyusunan kajian literatur untuk proposal penelitian atau skripsi, di mana kamu perlu menunjukkan pemahaman mendalam dan evaluasi terhadap penelitian-penelitian sebelumnya.
Artikel terkait: Rekomendasi Aplikasi AI untuk Pembelajaran





