Dalam pengisian formulir KIP Kuliah, kolom Piutang seringkali membuat pendaftar bingung karena tertukar dengan “Hutang”. Agar tidak terjadi kesalahan data yang bisa menghambat kelolosan, berikut adalah penjelasan detailnya:
Apa itu Piutang dalam KIP Kuliah?
Sederhananya, Piutang adalah uang kita yang ada di orang lain. Ini dianggap sebagai aset atau kekayaan keluarga karena di masa depan uang tersebut akan kembali kepada keluarga kalian. Secara gak langsung, semakin besar nilai piutang yang kalian tulis, maka keluarga kalian akan dianggap semakin mampu secara ekonomi oleh sistem seleksi.
Cara Mengisi Kolom Piutang yang Benar
Di aplikasi KIP Kuliah, kalian biasanya diminta mengisi beberapa detail berikut:
- Nama Piutang: Ditujukan kepada siapa atau jenis piutangnya.
- Tahun Perolehan: Kapan uang tersebut dipinjamkan.
- Nominal/Harga Saat Ini: Berapa sisa uang yang belum dikembalikan kepada keluarga kalian.
Contoh Skenario Pengisian
| Kondisi Keluarga | Cara Mengisi di Kolom Piutang |
|---|---|
| Keluarga tidak meminjamkan uang ke siapapun. | Klik tambah aset, pilih jenis Piutang, lalu isi nominal dengan angka 0. (Jangan dikosongkan agar sistem bisa finalisasi). |
| Keluarga meminjamkan uang ke tetangga untuk modal usaha. | Tulis Nama: “Piutang Tetangga”, Tahun: “2025”, Nominal: “Rp1.000.000”. |
| Keluarga punya tabungan di koperasi yang belum bisa diambil. | Tulis Nama: “Piutang Koperasi”, Tahun: “2024”, Nominal: Sesuai saldo tabungan. |
Tips Penting agar Lolos Seleksi
- Jujur tapi Realistis: Jika keluarga kalian sedang dalam kesulitan ekonomi, biasanya kolom piutang ini bernilai Rp0. Jangan memasukkan angka yang besar jika kenyataannya uang tersebut sulit ditagih atau sudah dianggap hilang, karena ini akan memperkecil peluang kalian mendapatkan bantuan.
- Bedakan dengan Hutang: Jika orang tua kalian yang meminjam uang ke Bank atau Rentenir, jangan masukkan di kolom Piutang. Masukkan data tersebut di kolom Hutang/Kewajiban.
- Sinkronisasi Data: Pastikan data piutang ini logis jika dibandingkan dengan data ekonomi lainnya (seperti penghasilan orang tua dan luas bangunan rumah).
BACA JUGA: Cara Sinkronisasi KIP Kuliah dengan SNBP 2026





