Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi memperluas jangkauan pembiayaan bantuan pendidikan untuk jenjang profesi pada tahun 2026 mendatang. Penambahan ini menjadi jawaban bagi lulusan sarjana yang ingin memantapkan keahlian praktisnya melalui dukungan finansial negara.
Ketua Tim Kerja KIP Kuliah & ADik PPAPT, Dr. Muni Ika, S.Pd., M.Pd, mengonfirmasi bahwa program profesi Psikologi dan Fisioterapi akan mulai masuk ke dalam skema pembiayaan KIP Kuliah. Pernyataan ini disampaikan secara resmi dalam forum “Sharing Session KIP-K” yang diinisiasi oleh Kamadiksi KIP K Universitas Gadjah Mada (UGM).
Fokus kebijakan baru di tahun 2026 ini memberikan prioritas bagi mahasiswa lulusan S-1 Psikologi dan Fisioterapi yang merupakan penerima KIP Kuliah. Syarat utamanya adalah mahasiswa yang bersangkutan wajib menyelesaikan studi sarjana (S-1) secara tepat waktu agar bisa mendapatkan keberlanjutan beasiswa ini.
Untuk durasi pembiayaannya, Kemdiktisaintek menetapkan bahwa KIP Kuliah akan meng-cover biaya pendidikan program profesi Psikologi dan Fisioterapi selama maksimal 2 semester atau satu tahun masa studi. Kebijakan ini menyamakan kedudukan kedua profesi tersebut dengan profesi Perawat, Apoteker, dan Bidan yang sudah ada sebelumnya.
Mahasiswa yang ingin memanfaatkan peluang ini diimbau untuk segera melakukan koordinasi dengan bagian Kemahasiswaan di Universitas masing-masing. Selain itu, informasi teknis lebih lanjut dapat dipantau melalui kanal resmi PPAPT Kemdiktisaintek guna memastikan kelancaran administrasi pendaftaran.
Daftar Lengkap Durasi Pembiayaan Program Profesi 2026
Berdasarkan data resmi KIP Kuliah 2026, berikut adalah rincian maksimal durasi pembiayaan untuk berbagai jenjang profesi:
- Dokter / Dokter Gigi / Dokter Hewan: Maksimal 4 semester.
- Perawat: Maksimal 2 semester.
- Apoteker: Maksimal 2 semester.
- Bidan: Maksimal 2 semester.
- Psikologi (Program Baru 2026): Maksimal 2 semester.
- Fisioterapi (Program Baru 2026): Maksimal 2 semester.





